Mukadimah

Lagu-lagu Kehidupan

Satu hal yang diketahui dan disadari oleh umat manusia, siapapun itu di kolong langit, bahwa  kehidupan adalah misteri yang tak pernah berjalan ajek. Ia bergerak dan berjalan dengan dinamika hukum liar dan kompleksitasnya sendiri.

Kehidupan diibaratkan sebuah musik. Berbunyi sedemikian rupa dengan corak warna yang berbeda satu sama lain. Musik—seperti kehidupan—mengalami proses yang tidak singkat untuk menyerasikan bentuk musik, orkestrasi, harmoni, dan nada sehingga dapat dinikmati. Bahkan, Syekh Kamba pernah berpesan bahwa “pesan-pesan Al-Qur’an tidak hanya bisa dimengerti melalui mekanisme bahasa, tetapi juga lewat bunyi dan musik pembacanya”. Jadi, musik dan selera musik merupakan entitas yang tidak dapat dipisahkan dari individu.

Tawa, tangis, luka, kebahagian, kesedihan, kehidupan, kematian, pertumbuhan, kemunduran, peperangan, kedamaian, kesejahteraan, kesengsaraan, kekayaan, kemiskinan, kekuasaan, penindasan, dan apapun yang kita rasakan begitu kentara dalam hidup ini bahwa itu semua adalah  ‘genre-genre musik kehidupan’.  

Manusia merasakan, manusia memperhatikan, manusia  menciptakan, manusia mendengarkan, manusia mengikuti irama musik,  hingga pada akhirnya manusia membuat lagu-lagu tentang kehidupan itu untuk meratapi dan berpesta.

Blues life, Jazz life, Rock life, Pop life, Psychidelic life, Death metal life, Grunge life, Country life, Folk life, Indie life ,Native life, Holly verse life ,  Death metal life, Grunge life, Satanic life, Angelic life dan seterusnya . Manusia akan terus menciptakan lagu-lagu kehidupan baru pada setiap zaman nya. Sebab Lagu-lagu kehidupan adalah  sebuah pesta tragedik diantara  guyuran waktu murni kehidupan. Seperti apa yang pernah dikatakan oleh Lao Tzu bahwa “lagu dalam jiwa dapat didengar oleh alam semesta”.

Lagu-lagu kehidupan adalah tentang perjalanan pemikiran dan pemaknaan manusia terhadap dunia dan isinya. Sehingga, bisa dikatakan bahwa kita manusia adalah bahan baku utama, kita  lah lakon utama dalam sejarah ini.

Untuk lebih lanjut kira nya mari kita maiyahan bersenandung bersama memikirkan bersama-sama tentang lagu-lagu kehidupan yang telah disenandungkan oleh sejarah umat manusia. Kami tunggu kehadiran nya di Aula Pesantren Anak Jalanan At Tamur Cibiru Hilir.

Tabik

“Sing me a new song. The world is transfigured all the Heavens are rejoicing.”

 Friedrick  Nietzche