Mukadimah: Kalangkang

Mukadimah Kalangkang “Bayangan adalah kepastian, tapi itu bukanlah kesejatian” Kalangkang. Kata ini diambil dari bahasa Sunda yang berarti “bayangan”. Lantas apa yang dimaksud kalangkang atau bayangan dalam ranah yang akan dijadikan sebuah bahan renungan maiyahan kali ini? Mungkin tulisan pengantar ini sedikitnya bisa memberikan gambaran sederhana, meski, sebagai penghatur mukadimah, Read more…

Mukadimah: Yatim Sejarah

Mukadimah Yatim Sejarah Manusia tidak bisa menentukan ayah dan ibu biologisnya saat hendak dilahirkan, hal itu seolah telah menjadi ketetapan Tuhan yang tidak bisa diganggu-gugat atau ditawar. Namun, hal itu tidak membuat Tuhan terlihat menjadi otoriter, sebab Ia memberi kesempatan bagi manusia untuk memilih ayah dan ibu atau leluhur “spiritualnya” Read more…

MUKADIMAH: Sosoroh Kojor

Mukadimah Sosoroh Kojor Dalam kehidupan Urang Sunda, praktik berbahasa menggunakan peristilahan atau peribahasa sangat erat kaitannya dengan laku yang dijalankan dalam kehidupan kemasyarakatannya. Beribu-ribu peribahasa lahir dari kearifan hidup masyarakat Sunda. Dari beragamnya peribahasa yang lahir dan digunakan, terdapat istilah “Sosoroh Kojor”. Peribahasa ini memiliki makna tentang aktifitas suka atau Read more…

MUKADIMAH: Tumpeng Madangan

Mukadimah Tumpeng Madangan   Kiranya seperti itulah judul yang kami ambil untuk Majelisan Maiyah Jamparing Asih kali ini. Lantas apa itu Tumpeng Madangan? Singkat kata, kami terinspirasi judul tersebut ketika Simbah Maulana Muhammad Ainun Nadjib menengok gubuk kami, selaku anak-cucunya yang tinggal dan berusaha menyebarkan benih-benih cinta kasih (maiyah) di Read more…

MUKADIMAH: BAKiAK

Dalam kehidupan berideologi kemajuan ini, tak perlu heran berhamburan ungkapan yang memuji masa kini dan masa depan. Modern, mutakhir, trending, up-to-date, kekinian, progresif, futuristik. Dan yang paling gres: zaman now. Sementara itu, pandangan merendahkan terhadap masa lalu pun banyak terungkap dalam bahasa kita. Kuno, kolot, konservatif, ketinggalan zaman, jadul (jaman Read more…

MUKADIMAH: Ge Er (Tak Sudah-sudah)

Gede Rasa (GR, Ge Er) –secara jelas– sangat akrab, karib, dan inheren dalam keseharian kita berbahasa, baik lisan maupun tulis. Misal, meminjam dialek Sunda, sering diucapkan oleh manusia-manusianya: “Matakna, jadi jelma teh ulah sok gampang GR!” Atau, ala logat Betawi, “Ah loe, GR amat jadi orang”. Dan banyak lagi, silahkan Read more…

MUKADIMAH: TERNAK ILMU(WAN)

Kapan terakhir kali kita menjenguk suatu peternakan? Atau minimal mengintip ke dalam kandang binatang ternak yang berisi satu kontingen keluarga saja. Bagaimana kondisinya? Seperti apa manajemen, pemosisian peran dan tata-kelola kekeluargaan di dalamnya? Harmoniskah hubungan hewan ternak dengan pemiliknya? Tidak harus dijawab sekarang. Lantas, setelah mencuripandangi perihal ternak secara visual-imajinatif, Read more…

MUKADIMAH: Colak-Colek Calik

Hari-hari ini sungguh bising negeri kita. Penyebabnya: perhelatan penting yang bakal digelar tahun depan. Demi persiapan menghadapinya, kita saksikan para tokoh dan petinggi sibuk melakukan pendekatan. PDKT kata anak zaman now. Ibarat proses PDKT, terjadilah colek sana colek sini, menebar pesona, bujuk rayu untuk dipersunting. Kenapa sih begitu semangat mereka Read more…

MUKADIMAH : MANUSIA PUASA

Apa yang ada di pikiran dan benak kita ketika mendengar istilah ‘Manusia Puasa’? Apakah ‘Manusia Puasa’ itu manusia yang seumur hidupnya dihabiskan dengan menjalankan ritual puasa? Tidak makan dari waktu imsak sampai waktu magrib? Apakah puasa kita maknai hanya sesempit itu? Apabila kita lacak dari akar bahasa, puasa berasal dari Read more…