Mukadimah

Hulu Hilir Jahiliyah

Syahdan.

“Dibunuh lah habil oleh kabil ”

“Maka dihancurkanya patung-patung itu oleh Ibrahim”

Sepanjang sejarah tergelarnya kehidupan manusia, satu hal kepastian yang tidak bisa kita nafikan adalah ‘kejahilan’. Lantas apakah jahiliyah itu? Sebelum masuk kesana, ada baiknya kita mengurai analogi tentang “hulu dan hilir”, serta menjelajahi kawit atau awal mula lahirnya istilah jahiliiyah itu sendiri.

Hulu dan hilir biasanya diidentikan dengan sebuah sungai. Sungai, selalu mewarnai setiap peradaban dan kebudayaan besar manusia sepanjang sejarah. Sungai pun menjadi inspirasi bagi kehidupan manusia. Sebab kehidupan bermula dan bersumber dari air. Dan air mengalir dari hulu ke hilir mengalirkan kehidupan ke setiap tempat yang dilaluinya.

Sungai yang pada awal mulanya adalah sumber utama dalam kehidupan, kini sudah sangat banyak yang tercemar oleh polusi dan limbah akibat ulah kita sendiri. Hal inilah yang bisa dikategorisasikan dengan istilah “jahiliyah” itu. Manusia pintar dalam membangun dan pemberdayaan, namun tidak ‘Eling’ tentang implikasi logis dari hal tersebut.

Sejatinya hulu sungai selalu memancarkan air yang jernih dari sumber pusat mata airnya.  Dari hulu sungai itulah air mengalir  dan terus mengalir. Pemodelan dari hulu ke hilir inilah, yang menjadikan ilham bagi setiap orang.  Baik itu pebisnis, filsuf, petani dan lain sebagainya.  Pola hulu hilir ini membuat kita mampu berpikir cair dan tidak terkotak-kotak.  Sebab seperti apa yang dikatakan oleh Maulana Emha Ainun Nadjib bahwa sejatinya hidup adalah tentang “detakan dan aliran”. 

Model atau pola hulu dan hilir dalam kehidupan manusia di era sekarang ini yang paling besar terletak pada sistem pasar global.

Apa tujuan manusia dari memproduksi sesuatu jika bukan untuk di konsumsi ? adakah hubungan  kehidupan yang tidak melibatkan prosesi dua hal demikian ?

Seketika penulis muqadimah teringat dengan terminologi yang diberikan Maulana Emha Ainun Nadjib  tentang “Manusia pasar”.

Tentang Manusia pasar, tentunya kita semua memiliki pemahaman dan pengertian yang berbeda-beda tentang itu untuk didiskusikan selanjutnya . Dan jika diambil intisarinya, bagi penulis, bahwa “ ‘pasar’ adalah hulu dan hilirnya keberlangsungan kehidupan Manusia”.

Bisakah kita sebutkan hal apa yang tidak berkaitan dengan sistem pasar dalam kehidupan ini? adakah?

Hampir bisa dipastikan dalam kehidupan di milenium ke 3 ini, model atau pola hulu dan hilir dalam kehidupan manusia terletak pada sistem ekonomi.

Dan efek dari sistem ekonomi pasar global itulah yang melahirkan kondisi Kejahiliyahan atau ke tidak-pahaman bersatunya semesta dirinya dan kesemestaan di luar dirinya.

 Hal ini bisa dibuktikan dengan sejarah bahwa istilah kejahiliyahan itu lahir pra diutusnya Nabi Muhammad SAW pada masyarakat arab dan masyarakat quraish pada khususnya.

Masyarakat quraish pada waktu itu sebenarnya sangat maju dalam segi perniagaan dan sirkulasi pasar ekonomi. Bahkan konon ada ilmuan yang mengatakan bahwa istilah kurs pada mata uang yang digunakan ekonomi dunia hari ini, dambil dari suku quraish yang pandai berdagang. Maka jika jahiliyah diartikan dengan kebodohan alias Stupid atau foolish agaknya sangat keliru.

 Lebih tepatnya jahiliyah itu adalah kondisi psikis dan spritualitas keadaan dari implikasi pola-pola kebendaan yang mengakibatkan terjadinya paganisme serta ‘penyebahan’ pada hal-hal yang bersifat materialistik. Dimana segala sesuatu di ukur dengan timbangan ‘kebendaan’. Hingga mengakibatkan degradasi moralitas pada masyarakatnya.

Jahiliyah sederhananya bisa di definisikan dengan hilangnya kesadaran diri terhadap hak-hak kemanusiaan orang yang lain. Dan Nabi Muhammad  datang untuk memutus mata rantai itu dengan cara mengalir dahulu megikuti pola aliran tersebut. Sejarah pun mencatat bahwa Nabi Muhammad Sejak kecil melakukan perniagaan dan bahkan sangat sukses.

Hasil dari pendalaman dan keterlibatan penelusuran yang dilakukan Nabi Muhammad itulah yang kemudian ditemukan bahwa permasalahan pada setiap aliran kehidupan masyarakat yang keruh itu, Terletak pada Hulu sumber mata air yang tersumbat yaitu  pada pondasi Tauhidiyah  . Singkat Cerita Muhammad SAW membersihkan itu.

 Hampir kejadian dan krisis-krisis kemanusiaan di seluruh belahan dunia sebenarnya jika kita kaji lebih jauh sangat erat kaitanya dengan sistem aliran ekonomi itu.

Lalu lintas kehidupan hulu dan hilir nya manusia hari ini pun kiranya bisa dikatakan dengan jahiliyah pula.   Lalu dimanakah akar persoalan di era sekarang ini ?

Tentunya banyak sekali pandangan dari kalian semua untuk persoalan itu. Maka oleh sebab itu mari kita melingkar. Sinau, ngariung bareng untuk mendiskusikan persoalan itu semua . 

Sampai jumpa dan di tunggu kehadirannya.

Tabik

“Kemudian menyeberanglah Musa dan kaum nya”

“ Merapal lah wahai engkau Isa putra Maria”“Muhammad jangan lah bersedih”