Blog Detail

Tahun Pertama Menjadi Kurir Cinta Maiyah

02 Nov 16
ja
, , , , ,
No Comments

Cinta, sepertinya akan atau bahkan mungkin sudah menjadi sesuatu yang langka saat ini. Bagaimana tidak, kita saat ini sudah jarang sekali bahkan nyaris tidak lagi memakainya dalam setiap gerak dan langkah kita di kehidupan ini. Dalam perencanaan suatu hal, pengambilan keputusan, bahkan dalam proses pencarian cinta pun kita sudah tidak mau lagi melibatkan cinta di dalamnya.

Aneh memang, kok ya bisa dalam proses pencarian cinta kita tak mau melibatkan cinta. Ya, lihat saja sekarang banyak sekali diantara kita saling berebut mencari jalan untuk ingin mendapatkan cinta-Nya tapi enggan melibatkan cinta dalam proses pencarian cinta-Nya yang sejati. Malah di tengah perjalanan pencarian cinta-Nya itu, kita tak segan saling sikut, saling pukul, bahkan ada yang tega membunuh sesama kita dengan dalih dirinya lah yang lebih berhak dan layak untuk mendapat balasan cinta dari-Nya.

Coba kalau kita bisa sedikit saja memakai cinta dalam perjalanan pencarian cinta, maka kita akan bisa saling bantu satu sama lain untuk bersama-sama menuju dan bersemayam di singgasana cinta-Nya yang sejati. Dan selama ini aku sendiri pun berada di sana, dalam kegaduhan para pencari cinta yang tak memiliki cinta.

Tapi saat ini, di sini, di Maiyah. Aku belajar banyak sekali hal tentang bagaimana seharusnya kita menikmati proses pencarian cinta dengan penuh cinta, seperti sedang berlayar diatas perahu cinta yang sedang menyusuri samudera cinta.

Satu tahun sudah aku berada diatas perahu cinta yang bernama ‘Jamparing Asih’, sebuah perahu kecil yang dipenuhi oleh panah-panah cinta, dimana di dalamnya aku hanya sang kurir pengantar cinta. Yang selalu siap sedia mengantar beribu ton cinta untuk dikirim kepada mereka yang sedang kehilangan atau dirampas cintanya.

Terima kasih Jamparing asih, yang telah sudi mengijinkan aku masuk dan bergabung untuk menjadi kurir cinta. Termakasih Maiyah, karena telah mengijinkan perahu kecil yang bernama Jamparing Asih ini untuk berlayar bersama perahu cinta yang lain, di lautan cinta ini. Jangan berhenti mengirimi kami cinta, agar kita bisa sampai bersama di samudera cinta-Nya.

Dari cinta, oleh cinta, untuk cinta-Nya.

Bandung, dini hari.

Edi Kandhani

Selamat satu tahun, Jamparing Asih…

Leave A Comment